TEMANGGUNG – Deru mesin molen dan hantaman palu yang menggema selama sebulan penuh di lereng Gunung Sindoro kini berganti dengan senyum lega warga. Proyek TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Tempelsari, Kecamatan Tretep, resmi dinyatakan tuntas 100 persen.
Penutupan program pengabdian wilayah ini ditandai dengan upacara khidmat di lapangan desa setempat pada Rabu (11/03/2026). Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus secara simbolis memukul gong dan menandatangani naskah serah terima hasil pekerjaan bersama Bupati Temanggung yang diwakili oleh Asisten 1 Sekda Temanggung Agus Sujarwo, AP., M.M.
Fokus utama TMMD kali ini adalah membedah aksesibilitas desa. Sebuah jalan cor blok sepanjang 247 meter dengan lebar 3 meter kini membentang kokoh, dilengkapi dengan pembangunan talud bervolume 162,2 meter kubik serta sistem drainase gorong-gorong yang mumpuni. Bagi warga Tempelsari, infrastruktur ini bukan sekadar hamparan beton, melainkan urat nadi baru untuk mengangkut hasil bumi dan mempercepat mobilitas ekonomi.

“Membangun dari desa merupakan strategi fundamental untuk mewujudkan pemerataan ekonomi. Desa harus menjadi pusat pertumbuhan yang berdaya saing, bukan lagi sekadar penonton pembangunan di perkotaan,” ujar Letkol Inf Hermawan saat membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han.
Keberhasilan TMMD ini menjadi bukti nyata kekuatan manunggal bersatunya TNI dengan rakyat dan pemerintah daerah. Selain infrastruktur jalan, program ini juga menyentuh aspek kemanusiaan melalui rehabilitasi satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang didukung oleh Baznas Kabupaten Temanggung.
Tak hanya fisik, operasi “serbu desa” ini juga menyasar penguatan sumber daya manusia melalui berbagai penyuluhan non-fisik, mulai dari wawasan kebangsaan, pencegahan stunting, hingga edukasi bahaya narkoba dan UU ITE.
“TMMD adalah jembatan untuk memangkas ketertinggalan di daerah terisolasi atau kategori miskin. Kami berharap hasil pembangunan ini dirawat dengan baik agar memiliki masa pakai yang panjang bagi anak cucu kita,” tambah Dandim.
Upacara penutupan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Letkol Czi Christophorus Satar Budiharianto (Dendenzibang 2/IV Yka), anggota DPRD Jumadi S.E., Asisten I Sekda Agus Sujarwo, serta jajaran Forkopimda lainnya. Kehadiran tokoh agama dan tokoh masyarakat semakin mempertegas dimensi sosial dari program ini.
Dengan resminya penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I ini, personel TNI mulai ditarik kembali ke satuan masing-masing (home base). Namun, jejak bakti yang ditinggalkan di Desa Tempelsari diharapkan menjadi pijakan awal bagi desa di pelosok Temanggung tersebut untuk melompat lebih tinggi menuju kesejahteraan yang mandiri.













