TEMANGGUNG– Di bawah langit cerah sore yang menyelimuti Halaman Mapolres Temanggung, Kamis (12/03/2026), derap langkah ratusan personel gabungan menciptakan resonansi kesiapsiagaan yang solid. Hari itu, Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 resmi digulirkan. Namun, apel kali ini terasa berbeda; bukan sekadar rutinitas pengamanan lebaran, melainkan sebuah respons taktis terhadap dinamika dunia yang tengah memanas.
Hadir dengan kewibawaan militer yang kental, Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., berdiri berdampingan dengan jajaran Forkopimda. Kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan representasi dari doktrin sinergitas TNI-Polri yang menjadi tulang punggung stabilitas keamanan di wilayah Temanggung menjelang Idul Fitri 1447 H.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Bupati Temanggung, Agus Setiawan, S.E., terungkap bahwa tantangan mudik tahun ini berkelindan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah. Gugurnya pemimpin tertinggi Iran hingga serangan terhadap infrastruktur energi global di Teheran dan Beirut telah memicu fluktuasi harga minyak dunia yang mengancam daya beli masyarakat.
Di sinilah peran strategis wilayah seperti Temanggung diuji. Dengan potensi pergerakan 143,9 juta pemudik secara nasional, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., menegaskan bahwa pengamanan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis namun tetap waspada terhadap dampak ekonomi-sosial.
Ditemui usai pengecekan sarana dan prasarana (sarpras), Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., memberikan pernyataan yang menyejukkan sekaligus tegas. Baginya, tugas TNI dalam Operasi Ketupat Candi adalah memastikan negara hadir di setiap titik lelah pemudik.
“Kami di jajaran Kodim 0706/Temanggung telah menginstruksikan seluruh personel, dari tingkat Makodim hingga Babinsa, untuk menjadi mata dan telinga yang responsif. Di tengah situasi global yang tidak menentu, tugas kita adalah memastikan masyarakat di daerah tetap merasa tenang, suplai logistik lancar, dan perayaan kemenangan Idul Fitri tidak terganggu oleh kekhawatiran keamanan maupun kelangkaan kebutuhan pokok,” ujar Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han.

Ia juga menambahkan bahwa mitigasi bencana hidrometeorologi menjadi perhatian khusus mengingat prediksi cuaca ekstrem dari BMKG. “Jawa Tengah, khususnya wilayah pegunungan seperti Temanggung, memiliki karakteristik kerawanan bencana yang unik. Personel kami siap 24 jam bersinergi dengan BPBD dan Polri untuk antisipasi pra-bencana,” imbuhnya.
Apel ini melibatkan komposisi pasukan yang sangat beragam, menunjukkan totalitas koordinasi lintas sektor:
– Inti Pertahanan:1 Peleton Kodim 0706/Tmg dan berbagai satuan dari Polres Temanggung (Sabhara, Lantas, Intelkam).
– Pelayan Publik: Satpol PP, Dishub, BPBD, Dinkes, PMI, dan Orari.
– Elemen Masa Depan: 2 Peleton gabungan pelajar SMA/SMK yang dilibatkan untuk menumbuhkan jiwa kepedulian sosial.
Operasi yang akan berlangsung selama 13 hari (13–25 Maret 2026) ini mengamankan ratusan objek vital di Temanggung, mulai dari rumah ibadah, pusat perbelanjaan, hingga jalur-jalur rawan macet.
Pantauan di lapangan menunjukkan Letkol Inf Hermawan bersama Kapolres AKBP Zamrul Aini dan Bupati Temanggung Agus Setiawan serta rombongan melakukan inspeksi mendalam terhadap kendaraan operasional dan alat komunikasi. Keakraban pucuk pimpinan ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa Temanggung dalam kondisi yang terjaga.
Bagi Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., Operasi Ketupat Candi 2026 bukan sekadar operasi lalu lintas, melainkan ladang ibadah untuk memberikan rasa aman kepada para perantau yang ingin kembali ke pelukan keluarga. Sebuah narasi pengabdian yang melampaui batas tugas administratif.











